Saturday, June 23, 2018

Cerita anak pertama di sunat dengan metode laser

Sunat merupakan kewajiban bagi setiap orang islam. Sunat itu sangat baik bagi kesehatan seoarang anak laki-laki, karena ketika kemaluan si anak belum di sunat, maka kotoran-kotoran sisa kencing akan tersangkut di bagian dalam kulit kepala kemaluan, dan kotoran tersebut akan hilang ketika dibersihkan secara bertahap atau dengan dilakukan sunat.Jadi sunat merupakan kegiatan ibadah yang menunjang kesehatan. 

Ketika sunat dilakukan, yang dilakukan adalah memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan anak laki-laki. Sekarang ini ada beberapa metode yang dikembangkan untuk melakukan sunat 
.
yang pertama,
cara konvensional. Yaitu dengan memanfaatkan alat gunting dan pisau untuk memotong kulit luar kemaluan. Cara ini dulunya sangat trend, karena dianggap merupakan cara sunat yang cepat dan hasilnya juga bagus.

Yang kedua,dengan cara Laser. yaitu dengan menggunakan bantuan laser untuk memotong kulit kemaluan. Teknologi laser ini sangat baik digunakan bagi anak, karena prosesnya cepat dan hasilnya juga memuaskan. BIasanya dengan cara menggunakan laser ini, anak akan cepat sembuh luka sunatnya

Yang ketiga dengan cara klem. Metode sunat klem ini merupakan metode sunat terbaru.Cara kerjanya di tukang sunat memanfaatkan klem khusus yang dipasang di kemaluan anak. Dengan cara ini anak tidak merasakan kesakitan di kemaluannya dan cepat sembuh.

Yang perludi ingat adalah, setiap metode sunat tersebut tahapan yangdilakukan semuanya sama yaitu memotong kulit luar kepala kemaluan anak laki-laki. 

Pengalaman sunat anak sulung saya, kemarin dia juga sudah sunat menggunakan metode laser di rumah sakit dan prosesnya cepat sekali. Memang dengan metode laserini berdampak padarasa panas setelah proses sunat dilakukan, karena pemotongannya menggunakan laser yang menyebabkan kulit terasa terbakar, namun rasa tersebut tidak lama diraskan oleh anak saya karena setelah sunat langsung meminum obat yang diberikan oleh Rumah Sakit tersebut. Sebenarnya hanya obat anti nyeri dan anti biotik saja kaena hanya untuk menghilangkan rasa nyeri dan mengantisipasi adanya bakteri di bekas luka sunat.

Bagi anak yang sudah minta di sunat, sebaiknya segera saja dilaksanakan sunat, karena mumpung dia mau dan belum terpengaruh sama ceita mitos kalau sunat itu sakit. setidaknya diperlukan kekuatan mental untuk menghadapi sunat.

Semoga bermanfaat